Nias Selatan

Desa Adat Bawomataluo

Desa adat "Bukit Matahari" di Nias Selatan — rumah adat raksasa, megalit, dan tradisi lompat batu yang mendunia.

Lokasi
Nias Selatan
Jarak dari Medan
Pesawat Kualanamu–Gunungsitoli (± 1 jam) + ± 120 km darat
Waktu Terbaik
April – Oktober
Durasi Ideal
3–4 hari

Tentang Desa Adat Bawomataluo

Bawomataluo, yang berarti "Bukit Matahari", adalah desa adat Nias berusia ratusan tahun yang berdiri di atas bukit setinggi lebih dari 300 meter di atas permukaan laut. Desa ini menyimpan rumah-rumah adat raksasa berkayu, termasuk Omo Sebua, rumah kepala adat yang disangga puluhan tiang kayu besar.

Bawomataluo paling dikenal lewat tradisi fahombo atau lompat batu, ritual yang dulunya menjadi simbol kedewasaan dan keberanian para pemuda Nias, kini menjadi pertunjukan budaya yang memukau wisatawan.

Karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang unik, Bawomataluo tengah diusulkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

Lompat Batu (Fahombo)

Pertunjukan pemuda Nias melompati tumpukan batu setinggi ± 2 meter.

Omo Sebua

Rumah kepala adat raksasa yang dibangun tanpa paku, disangga tiang kayu besar.

Tari Perang Fatele

Tarian perang tradisional dengan busana dan perisai khas Nias.

Pantai Sorake

Dekat dengan pantai Sorake dan Lagundri, surga peselancar dunia.