Bawomataluo, yang berarti "Bukit Matahari", adalah desa adat Nias berusia ratusan tahun yang berdiri di atas bukit setinggi lebih dari 300 meter di atas permukaan laut. Desa ini menyimpan rumah-rumah adat raksasa berkayu, termasuk Omo Sebua, rumah kepala adat yang disangga puluhan tiang kayu besar.
Bawomataluo paling dikenal lewat tradisi fahombo atau lompat batu, ritual yang dulunya menjadi simbol kedewasaan dan keberanian para pemuda Nias, kini menjadi pertunjukan budaya yang memukau wisatawan.
Karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang unik, Bawomataluo tengah diusulkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.




